Skip to main content

Posts

Panca Budi Idaman (PBID)

Menjadi market leader di usaha plastik, dengan PBV 1.3, apakah PBID ini menarik untuk investasi? Panca Budi Grup didirikan oleh Djonny Taslim pada tahun 1979, lalu melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 13 Desember 2017. Panca Budi adalah perusahaan terpadu yang memproduksi dan mendistribusi barang plastik kemasan. Kegiatan usaha Perseroan mencakup mulai dari perdagangan biji plastik, produksi plastik kemasan, dan distribusi plastik kemasan baik dalam negeri maupun ekspor. Perseroan merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memiliki merek pada produk jadi kantongan plastik.  Merek pertama yang dijual adalah Pluit dan selanjutnya mengembangkan merek-merek lain seperti: Tomat, Bangkuang, Jeruk, Cabe, 222, Wayang, Gapura, Sparta, Liberty, Dayana, PB dan beberapa merek lainnya. Panca Budi merupakan salah satu perusahaan yang mengurusi dari hulu (pemasokan), sampai ke hilir (distribusi). Pada sektor hulu, pemasokan dipimpin oleh anak perusahaan, yaitu PT Panca Budi Pratama. S
Recent posts

Bumi Citra Permai (BCIP)

Dengan PBV 0,3 dan PER 2 per 25 Maret 2019, apakah saham ini menarik untuk investasi? Tidak banyak yang penulis bisa dapatkan dari website BCIP, kelihatannya malah kurang dikelola oleh perseroan. Tapi kita lupakan masalah website sejenak setelah melihat PER dan PBV nya. Apakah BCIP ini benar-benar menarik untuk kita berinvestasi? Selayang Pandang BCIP Perusahaan yang memiliki nama PT Bumi Citra Permai Tbk ini memiliki usaha utama di bidang commercial industries estate , semacam kawasan industri. Nah BCIP ini memiliki head office di jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Fun fact, kebetulan penulis sedang magang di daerah senen juga, dan melihat kantor BCIP yang terlihat kurang terurus dari luar. But, sekali lagi, kita coba abaikan dulu tampilan kantor dari BCIP ☺ BCIP memiliki beberapa anak usaha yang berjalan di bidang real estate (di  handle oleh PT Millenium  Power dan PT Citra Permai Pesona), dan di bidang pengolahan air bersih yang dikelola oleh PT Milwater Pratama. U

Betonjaya Manunggal (BTON)

Memiliki PER 5,4 dan PBV 1,1 per 1 Maret 2019, apakah BTON menarik untuk investasi? Didirikan pada tanggal 27 Februari 1995, PT Betonjaya Manunggal, Tbk. (Kode Emiten BTON) mulai beroperasi secara komersial pada bulan Mei 1996. Kantor Pusat dan pabrik terletak di Jl. Raya Krikilan No. 434 Km. 28 Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. BTON adalah produsen besi beton di Indonesia dengan produk meliputi besi beton polos berukuran mulai 6 mm sampai dengan 12 mm dengan total kapasitas terpasang 45.000 ton beton per tahun. Berdasarkan public expose pada tahun 2018, susunan kepemilikan saham BTON mayoritas dimiliki oleh para direktur BTON: Gwie Gunawan (Direktur utama) sebesar 79,86% dan Jenny Tanujaya (Direktur keuangan) sebesar 9,58%. Sisanya dimiliki oleh publik (dengan kepemilikan dibawah 5%) sebesar 10,56% Let's keep this straight . Tidak banyak yang penulis dapat ulik dari website BTON, jadi kita langsung cek ke laporan keuangannya. Apabila kita lihat sekilas

Alam Sutera Realty (ASRI)

ASRI bukanlah perusahaan kecil yang baru berkecimpung di sektor properti. Sudah berkecimpung sejak tahun 1993, tentunya Alam Sutera ini memiliki segudang pengalaman yang tidak diragukan lagi. Per tanggal 22 Februari 2019, ASRI memiliki PER 7,7 dan PBV 0,7 di harga 328. Menarik? Selayang Pandang ASRI  Disadur dari Annual Report 2017, ASRI didirikan pada 3 November 1993 oleh Harjanto Tirtohadiguno beserta keluarga, dengan nama PT Adhihutama Manunggal. Nama tersebut kemudian berubah menjadi PT Alam Sutera Realty pada 19 September 2007. Kegiatan usaha ASRI berfokus pada bidang pembangunan serta pengelolaan perumahan; kawasan komersial; serta pengelolaan pusat perbelanjaan dan area rekreasi (pengembangan kawasan terpadu).

New Journey

Halo semuanya! Perkenalkan, nama saya Agastya Arnanda, saat pembuatan post ini (31 Januari 2019), saya sedang berkuliah di PKN STAN jurusan Akuntansi. Kenapa membuat blog ini? Sebelum menjawab pertanyaan di atas, saya akan bercerita sedikit. Saya telah masuk ke dalam dunia saham sejak tahun 2016 akhir, ketika BEI sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye "Yuk Nabung Saham!". Kebetulan saat itu saya tertarik dengan saham, dan kemudian membuka rekening saham. Setelah membuka rekening saham, saya pun melakukan semacam riset dan mempelajari tentang saham terlebih dahulu hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk melakukan pembelian saham. Pada awalnya, saya mencoba untuk melakukan trading secara teknikal. Namun, saya merasa bahwa trading saham bukanlah jalan ninja saya, hingga pada awal tahun 2018, saya mencoba untuk mulai mempelajari lebih serius tentang analisa fundamental, dan menabung secara berkala di rekening saham saya. Selama 6 bulan pertama saya melakuk